Berita Prodi

Dari Koro Pedang Jadi Peluang Usaha, Ekonomi Syariah UMPO Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Umat

Potensi pangan lokal terus didorong menjadi peluang ekonomi yang produktif. Semangat tersebut diwujudkan melalui Workshop Kewirausahaan 2026, Minggu (9/8/2026), yang diselenggarakan oleh Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) bersama Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah (HIMA EKSYAR) dan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Ponorogo.

Mengusung tema “Penguatan UMKM untuk Ekonomi Umat”, kegiatan yang berlangsung di Joglo Klengkeng, Jl. Rumpuk No. 107 G, Ponorogo, tersebut diikuti sekitar 58 peserta. Workshop ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus praktik bagi peserta untuk mengenal potensi “Koro Pedang” sebagai bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

Kegiatan menghadirkan Ibu Sukesti Nuswantari dari Oemah Koro Wonogiri sebagai pemateri sekaligus praktisi. Ia membagikan pengetahuan dan pengalaman mengenai pemanfaatan koro pedang, mulai dari pengenalan bahan baku, manfaat, proses pengolahan, hingga peluang pengembangannya sebagai produk usaha.

Dalam pemaparannya, Ibu Sukesti menjelaskan bahwa koro pedang yang selama ini belum banyak dimanfaatkan masyarakat justru memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk pangan bernilai ekonomi.

“Koro pedang adalah salah satu tanaman yang sering dianggap sepele oleh masyarakat. Padahal memiliki banyak khasiat dan dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.”

Penjelasan tersebut kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung. Para peserta diajak mengolah koro pedang menjadi tempe dan susu koro, sehingga tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam proses pengolahan bahan pangan lokal.

Suasana workshop berlangsung interaktif. Peserta terlibat dalam setiap tahapan praktik sekaligus berdiskusi dengan pemateri mengenai teknik pengolahan, pemanfaatan bahan baku, hingga peluang pengembangan produk. Melalui proses tersebut, peserta diajak melihat bahwa bahan pangan yang selama ini dianggap sederhana dapat memiliki nilai tambah apabila diolah secara inovatif dan dikembangkan dengan pendekatan kewirausahaan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Prodi Ekonomi Syariah UMPO dalam memperluas pembelajaran kewirausahaan yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Keterlibatan HIMA EKSYAR memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai proses produksi, inovasi produk, dan pemanfaatan potensi lokal sebagai peluang usaha.

Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMPO, Dr. Katni, M.Pd.I., dalam sambutannya menekankan bahwa kewirausahaan tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi umat.

Pandangan tersebut sejalan dengan dorongan Ketua MPM Ponorogo, Drs. Bambang Triono, M.Si., agar kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan UMKM terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat perlu diarahkan pada kegiatan produktif yang dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan.

Sementara itu, Kaprodi Ekonomi Syariah UMPO, Adib Khusnul Rois, M.E., menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan pelaku UMKM dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat. Sinergi tersebut dinilai dapat menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan, inovasi, dan peluang usaha masyarakat yang selaras dengan nilai-nilai ekonomi syariah.

Kolaborasi Prodi Ekonomi Syariah UMPO, HIMA EKSYAR, dan JATAM Ponorogo melalui workshop ini diharapkan dapat mendorong pengembangan koro pedang menjadi produk UMKM yang inovatif dan bernilai ekonomi. Kegiatan ini sekaligus membuka wawasan peserta untuk memanfaatkan sumber daya lokal sebagai peluang usaha melalui kreativitas dan pengelolaan yang tepat, sehingga mampu melahirkan wirausahawan yang kreatif, mandiri, dan berkelanjutan dalam mendukung penguatan ekonomi umat.