Berita Prodi

Generasi Melek Digital: Peran Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam UMPO di Kajian Momen IMM Prof. Hamka

Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya penggunaan media sosial di kalangan generasi muda, mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengambil langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran literasi digital masyarakat. Melalui kegiatan Kajian Momen IMM Prof. Dr. Hamka di Balai Diklat Muhammadiyah pada tanggal 9 Desember 2025, mahasiswa diajak memperdalam pemahaman mengenai etika dan tantangan teknologi digital yang semakin kompleks.

Kegiatan yang mengusung tema “Menuju Indonesia Emas 2045: Literasi Digital dan Ketahanan Informasi di Era Cognitive Warfare” ini menghadirkan Nur Sasmita S., mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga menimbulkan risiko besar seperti misinformasi, disinformasi, ujaran kebencian, dan information overload.

Nur Sasmita menjelaskan bahwa cognitive warfare atau perang kognitif merupakan upaya memengaruhi cara pikir, persepsi, dan emosi publik melalui manipulasi informasi. Fenomena seperti penyebaran hoaks, video deepfake, dan narasi yang dikonstruksi berulang menjadi contoh nyata bagaimana opini masyarakat dapat dibentuk secara sistematis.

Ia juga memaparkan data survei 2024 yang menunjukkan bahwa tingkat penggunaan internet di Indonesia telah mencapai 79,5% atau lebih dari 221 juta pengguna. Meski angka tersebut menunjukkan kuatnya penetrasi digital, pemahaman masyarakat mengenai keamanan data dan verifikasi informasi dinilai masih rendah.

Dalam sesi materi, Nur Sasmita menekankan empat pilar literasi digital — digital skills, digital ethics, digital culture, dan digital safety — sebagai fondasi penting untuk membentuk generasi pengguna media digital yang kritis, beretika, dan bertanggung jawab.

Menutup presentasinya, ia mengajak mahasiswa untuk terlibat aktif dalam memperkuat budaya literasi digital melalui program nyata seperti workshop, kampanye “Saring Sebelum Sharing”, edukasi keamanan digital, serta pembentukan komunitas edukatif di lingkungan masyarakat.

Kegiatan Kajian Momen IMM Prof. Hamka ini menunjukkan komitmen kuat mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UMPO dalam memperkuat kesadaran literasi digital di tengah meningkatnya tantangan informasi pada era digital. Melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan ajakan untuk berperan aktif, kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, beretika, dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.