Berita Prodi

Bangga! Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UMPO Terpilih sebagai Duta Perpustakaan 2025

Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan budaya literasi melalui penyelenggaraan Seleksi Duta Perpustakaan yang digelar pada Jum’at, 12 Desember 2025. Proses seleksi berlangsung ketat dan komprehensif, melibatkan serangkaian tahapan penilaian yang dirancang untuk menjaring mahasiswa terbaik dengan kapasitas akademik, sosial, dan literasi yang seimbang.

Para peserta harus melewati seleksi administrasi, uji wawasan kepustakawanan, penilaian kemampuan komunikasi, hingga presentasi gagasan inovatif terkait pengembangan perpustakaan. Tahapan ini tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga kreativitas, kepekaan sosial, serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa terhadap peran strategis perpustakaan di era digital.

Dari seluruh rangkaian seleksi, terpilih empat Duta Perpustakaan terbaik, dua di antaranya berasal dari Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UMPO. Posisi 1st Winner berhasil diraih oleh Naura Mutiara Az-Zahra, sementara 4th Winner dianugerahkan kepada Muhammad Yusron Sholahuddin. Keduanya dinilai mampu merepresentasikan sosok duta yang komunikatif, visioner, dan memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan kampus.

Sebagai Duta Perpustakaan, para pemenang akan berperan sebagai mitra aktif Lembaga Layanan Perpustakaan dalam berbagai kegiatan strategis, mulai dari sosialisasi layanan, kampanye literasi, hingga pengembangan program-program inovatif yang menyasar mahasiswa dan civitas akademika. Peran ini diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang lebih efektif dan humanis antara perpustakaan dan para penggunanya.

Kepala Lembaga Layanan Perpustakaan (L2P) UMPO, Yolan Priatna, S.IIP., M.A, menyampaikan harapan besar agar para Duta Perpustakaan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan kreativitas. Menurutnya, dukungan serta kolaborasi dari berbagai pihak menjadi kunci utama agar peran duta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan perpustakaan yang adaptif dan inklusif.

Dengan terpilihnya dua mahasiswa dari Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam sebagai Duta Perpustakaan, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara mahasiswa dan lembaga perpustakaan dalam mewujudkan ekosistem literasi kampus yang berkelanjutan, kritis, dan berdaya saing.