Dosen FAI UMPO Bekali Kader PKK Desa Balong Deteksi Dini Masalah Sosial-Emosional Anak dan Kelola Ekonomi Keluarga Berbasis Syariah
PONOROGO — Upaya membangun keluarga yang sehat tidak cukup hanya dengan memperhatikan pertumbuhan fisik anak. Kesehatan mental, kualitas pengasuhan, serta ketahanan ekonomi keluarga juga menjadi bagian penting yang perlu diperkuat sejak tingkat komunitas.
Hal tersebut menjadi perhatian Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo (FAI UMPO) melalui kegiatan bertema “Pemberdayaan PKK dalam Deteksi Dini Masalah Sosial-Emosional Anak Usia Dini melalui Psikoedukasi Kesehatan Mental dan Penguatan Literasi Ekonomi Keluarga Syariah”.
Kegiatan yang digelar pada Selasa, 22 September 2026 di Balai Desa Balong tersebut diikuti sekitar 30 ibu-ibu anggota PKK dan kader Desa Balong. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi para kader untuk memperkuat kapasitas mereka dalam mendampingi keluarga, khususnya keluarga yang memiliki anak usia dini.
Tim pengabdian diketuai oleh Afitria Rizkiana, M.Psi., Psikolog, dengan anggota Aida Ratna Wijayanti, S.Keb., Bd., M.Keb., Jihan Nabila Zahara, S.E., M.SEI., dan Dr. Lilis Sumaryanti, M.Pd. Kegiatan tersebut juga melibatkan dua mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penguatan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pendampingan keluarga di Desa Balong yang selama ini lebih berfokus pada pertumbuhan fisik anak melalui Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB). Dengan jumlah lebih dari 160 anak usia 0–6 tahun, kader PKK memiliki peran strategis dalam memperhatikan perkembangan sosial-emosional anak. Melalui kegiatan ini, para kader dibekali kemampuan untuk mengenali tanda-tanda awal masalah sosial-emosional serta memahami langkah pendampingan dan rujukan yang tepat.

Ketua tim pengabdian, Ibu Afitria Rizkiana, M.Psi., Psikolog, menekankan pentingnya peran kader PKK dalam mengenali perubahan perilaku dan kondisi sosial-emosional anak sejak dini.
“Kader memiliki posisi yang sangat dekat dengan keluarga sehingga perlu dibekali pengetahuan untuk mengenali tanda-tanda masalah sosial-emosional pada anak dan mengetahui kapan kondisi tersebut membutuhkan perhatian lebih lanjut. Pendampingan tumbuh kembang anak juga perlu didukung oleh lingkungan pengasuhan yang sehat, dukungan emosional, dan kondisi ekonomi keluarga yang stabil,” jelas Ibu Afitria.
Perspektif tersebut diperkuat melalui materi literasi ekonomi keluarga berbasis syariah yang disampaikan oleh Ibu Jihan Nabila Zahara, S.E., M.SEI. Peserta diajak memahami pentingnya perencanaan keuangan, pengendalian konsumsi, penentuan prioritas, serta pengelolaan harta secara amanah dan seimbang.
“Ketahanan keluarga tidak hanya dibangun dari sisi psikologis. Cara keluarga mengelola pendapatan, kebutuhan, utang, konsumsi, dan prioritas juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan keluarga yang lebih tenang dan terencana,” terang Ibu Jihan.
Ketua PKK Desa Balong, Bdn. Dwi Retnasih, S.Keb., menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan Posyandu serta pendampingan keluarga sehari-hari.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi antara narasumber dan peserta. Melalui kegiatan tersebut, Tim PKM FAI UMPO mendorong kader untuk memahami keluarga secara lebih holistik, mencakup kesehatan mental, perkembangan sosial-emosional anak, pola pengasuhan, dan kondisi ekonomi keluarga.
Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya pemberdayaan berkelanjutan untuk mewujudkan keluarga yang sehat secara mental, bijak dalam mengelola ekonomi, dan optimal dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.