Berita Prodi

Mahasiswa PAI UMPO Ikuti KKN Kebangsaan Kemdiktisaintek 2025

Safira Hartiana Ramadhani, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Ponorogo turut ambil bagian dalam ajang nasional Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan tahun 2025 yang diselenggarakan melalui kerja sama antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Universitas Hasanuddin, serta dukungan dari pemerintah daerah setempat di Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk membangun semangat kebangsaan, toleransi, serta pemberdayaan masyarakat berbasis lokalitas dan multikulturalisme, dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Bertempat di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Safira mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga, mulai dari mengenal budaya baru, membangun pertemanan lintas daerah, hingga merasakan kehangatan masyarakat desa meski berada di wilayah yang cukup terpencil.

Saya sangat bersyukur bisa terlibat dalam kegiatan ini. Kami mendapat bagian di daerah yang jauh dari pusat kota, dengan akses jalan yang cukup menantang. Tapi justru di situlah saya merasakan kehangatan dan kebersamaan masyarakat yang luar biasa. Selama KKN, saya menjalankan program Pemberdayaan Masjid, yang meliputi kegiatan TPQ, storytelling untuk anak-anak, dan bersih-bersih masjid. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan baik dan mendapat sambutan positif dari warga,” ujarnya.

Kepala Program Studi PAI UMPO, Devid Erwahyudin, mengungkapkan rasa bangganya atas partisipasi mahasiswa dalam forum pengabdian nasional ini. “Lolosnya mahasiswa kami dalam KKN Kebangsaan merupakan bukti bahwa mahasiswa PAI UMPO memiliki kapasitas, daya saing, dan komitmen kebangsaan yang kuat. Ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk aktif dalam kegiatan pengabdian berskala nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Dengan mengusung tema “Wisata Budaya Warisan Dunia sebagai Aksi Kebangsaan: Kampus Mengabdi dan Berdampak untuk Negeri”, KKN Kebangsaan 2025 menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Mereka diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai Pancasila, pendidikan karakter, serta literasi keagamaan di tengah masyarakat.

KKN Kebangsaan 2025 tidak hanya berfokus pada pemberdayaan masyarakat, tetapi juga bertujuan untuk menggali, mengenalkan, dan mempromosikan potensi wisata lokal yang ada di daerah pengabdian.

Melalui berbagai program seperti eksplorasi budaya lokal, pendampingan promosi digital desa wisata, hingga pelibatan masyarakat dalam pelestarian kearifan lokal, mahasiswa diharapkan mampu mengangkat kekayaan budaya dan alam setempat ke panggung nasional. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan identitas kebangsaan melalui sektor pariwisata berbasis komunitas.

Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 1 Juli dan ditutup pada tanggal 30 Juli 2025 di Kantor Bupati Maros Sulawesi Selatan, dan menjadi pengalaman berharga bagi para peserta untuk mengasah kepekaan sosial, memperkuat kolaborasi lintas budaya, serta menerapkan ilmu secara nyata dalam kehidupan masyarakat.